Saturday, August 04, 2012

Takwa dan Taubat yang Benar Di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhân yang sangat kita rindukan kedatangannya sebentar lagi akan datang. Sebagai seorang Muslim, semestinya kita sudah mulai mempersiapkan diri untuk menyongsong tamu agung tersebut. Kita berharap semoga Allah Ta'ala memanjangkan usia kita dan memberikan kesehatan kepada kita sehingga bisa beribadah dengan sebaik-baiknya di bulan yang penuh barakah ini.
 "Ya, Allah, hanya kepada-Mu kami memohon, panjangkanlah usia kami sehingga bisa beribadah kepada-Mu di bulan Ramadhân ini."
Berkenaan dengan bulan Ramadhân ini, kami menyajikan ke hadapan para pembaca nasehat Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Abdirrahman bin Baz rahimahullâh. Kami berharap semoga nasehat ini bisa bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi kaum Muslimin umumnya. Berikut ini nasehat beliau rahimahullâh:
Nasehat saya kepada seluruh kaum Muslimin, hendaklah mereka senantiasa bertaqwa kepada Allâh Ta'âla. Hendaklah mereka menyambut kedatangan bulan (Ramadhân) yang agung ini dengan benar-benar bertaubat dari segala dosa. Hendaklah mereka menyambutnya dengan berusaha memahami agama mereka dan mempelajari hukum-hukum yang berkaitan dengan ibadah puasa serta qiyâmul lail (shalat malam) mereka, berdasarkan sabda Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam :

مَنْ يُرِد اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهُ فِي الدِّيْنِ
Barangsiapa dikehendaki baik oleh Allâh Ta'âla,
maka Dia memberikan kepadanya pemahaman tentang dien[2]
Juga sabda Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam :
إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ
Apabila bulan Ramadhân sudah tiba,
maka pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka Jahannam ditutup
serta setan-setan dibelenggu[3]
Juga berdasarkan sabda Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam :
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
Jika malam pertama bulan Ramadhân sudah tiba,
maka setan-setan dan jin nakal dibelenggu,
pintu-pintu neraka Jahannam ditutup tidak ada satu pun yang terbuka,
pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pun yang tertutup.
Kemudian ada malaikat yang menyeru,
“Wahai para pencari kebaikan,
menghadaplah (kepada Allâh Ta'âla dengan memperbanyak ketaatan)!
Wahai para pelaku keburukan, berhentilah!
Sesungguhnya Allâh Ta'âla memiliki banyak hamba
yang dibebaskan dari siksa api neraka.
Itu terjadi setiap malam (bulan Ramadhân)[4]
Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَ مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa melakukan ibadah puasa
karena rasa iman dan mengharapkan pahala dari Allâh Ta'âla,
maka dosanya yang telah lewat terampuni.
Barangsiapa melakukan ibadah shalat malam karena rasa iman
dan mengharapkan pahala dari Allâh Ta'âla,
maka dosanya yang telah lewat diampuni.
Barangsiapa melakukan ibadah shalat malam pada malam al-qadar
karena rasa iman dan mengharapkan pahala dari Allâh Ta'âla,
maka diampuni dosanya yang telah lewat.[5]
Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam juga bersabda :
قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَ الصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَ حُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَ إِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
Allâh Ta'âla berfirman,
“Semua amal kebaikan Bani Adam itu adalah miliknya, kecuali puasa.
Karena puasa itu milik-Ku dan Aku yang memberikannya balasan.
Puasa itu merupakan tameng.
Jika salah diantara kalian sedang menjalankan ibadah puasa,
maka janganlah dia berkata keji dan berteriak-teriak.
Jika ia dicela oleh seseorang atau memeranginya,
maka hendaklah dia mengatakan, “Saya sedang menjalankan ibadah puasa.”
Demi jiwa Muhammad yang ada di tangan-Nya,
sungguh bau mulut orang yang sedang menjalankan ibadah puasa
lebih wangi daripada minyak misik di sisi Allâh Ta'âla.
Orang yang menjalankan ibadah puasa memiliki dua kebahagiaan
(yaitu) jika dia berbuka, dia bahagia dan ketika berjumpa dengan Rabbnya,
dia bahagia dengan ibadah puasanya.[6]
Juga sabda Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam :
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ اللهِ حَاجَةٌ فِـي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta,
maka Allâh Ta'âla sama sekali tidak butuh terhadap puasa orang itu.[7]
Jadi wasiat saya kepada seluruh kaum Muslimin, hendaklah mereka senantiasa bertaqwa kepad Allâh Ta'âla dan berusaha memelihara ibadah puasa mereka dari semua perbuatan maksiat. Hendaklah mereka bersungguh-sungguh dalam melakukan kebaikan serta berlomba-lomba melakukan beragam kebaikan seperti bershadaqah, memperbanyak bacaan al-Qur’ân, tasbîh, tahlîl, tahmîd, takbîr serta istigfâr. Karena bulan (Ramadhân) ini adalah bulan al-Qur’ân :
QS. al-Baqarah/2:185
(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhân,
bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’ân
sebagai petunjuk bagi manusia
dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu
dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
(QS. al-Baqarah/2:185)
Oleh karena itu, disyari’atkan bagi kaum Muslimin, laki-laki maupun perempuan untuk bersungguh-sungguh membaca al-Qur’ân, diwaktu siang maupun malam. Setiap satu huruf bernilai satu kebaikan dan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat, sebagaimana diberitakan oleh nabi Muhammad shallallâhu 'alaihi wa sallam. (Semangat melakukan kebaikan ini) harus disertai semangat untuk menjauhi semua bentuk keburukan dan perbuatan maksiat, (juga harus diiringi semangat untuk) saling menasehati dengan kebenaran, amar ma’ruf dan nahi mungkar.
Bulan Ramadhân ini merupakan bulan yang dilipatgandakan (nilai) amal kebaikan di dalamnya, begitu pula balasan keburukan. Oleh karena itu, seorang Muslim berkewajiban untuk bersungguh-sungguh dalam menunaikan kewajiban yang Allâh Ta'âla bebankan kepadanya serta menjauhi semua yang Allâh Ta'âla haramkan.
Dan hendaklah perhatiannya (terhadap kewajiban dan larangan itu-pent) pada bulan Ramadhân lebih ditingkatkan lagi. Sebagaimana juga disyari’atkan bagi seorang Muslim untuk bersungguh-sungguh dalam melaksanakan berbagai amal kebaikan seperti bershadaqah, mengunjungi orang sakit, mengantarkan jenazah (ke kuburan), menyambung tali silaturrahmi, membaca al-Qur’an, membaca tasbîh, tahlîl, tahmîd, istigfâr, doa dan beragam kebaikan lainnya. Dia (melakukan itu, karena -pent) berharap bisa meraih pahala dari Allâh Ta'âla dan karena takut terhadap siksa-Nya.
Kami memohon kepada Allâh Ta'âla, semoga Allâh Ta'âla memberikan taufiq-Nya kepada seluruh kaum Muslimin menuju keridhaan-Nya. Kami juga memohon kepada-Nya agar memanjangkan umur kita sehingga bisa melaksanakan ibadah puasa dan qiyâmul lail (shalat malam atau terawih-pent) dengan dilandasi keimanan dan keinginan meraih pahala-Nya. Sebagaimana juga kami memohon kepada Allâh Ta'âla, semoga Allâh Ta'âla memberikan kepada kami dan seluruh kaum Muslimin pemahaman terhadap agama ini, keistiqâmahan serta terhindar dari segala yang bisa mendatangkan murka dan siksa Allâh Ta'âla.
Kami memohon kepada Allâh Ta'âla, semoga Allâh Ta'âla memberikan taufiq-Nya kepada para penguasa kaum Muslmin; Semoga Allâh Ta'âla senantiasa memberikan hidayah kepada mereka, memperbaiki kondisi mereka serta memberikan taufi q kepada mereka supaya menerapkan syari’at-syari’at Allâh Ta'âla dalam semua aspek kehidupan, sebagai perwujudan dari firman Allâh Ta'âla:
Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka
menurut apa yang diturunkan Allâh
(QS. al-Mâidah/5:49)
Juga firman-Nya :
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki,
dan (hukum) siapakah yang lebih baik
daripada (hukum) Allâh bagi orang-orang yang yakin ?
(QS. al-Mâidah/5:50)
Juga firman-Nya :
Maka demi Rabbmu,
mereka (pada hakekatnya) tidak beriman
hingga mereka menjadikan kamu hakim
terhadap perkara yang mereka perselisihkan,
lalu mereka tidak merasa dalam hati mereka
sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan,
dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
(QS. an-Nisâ/4:65)
Juga firman-Nya :
Hai orang-orang yang beriman,
taatilah Allâh dan taatilah Rasul(nya), dan ulil amri di antara kamu.
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allâh (al-Qur’ân) dan Rasul (sunnahnya),
jika kamu benar-benar beriman kepada Allâh dan hari kemudian.
Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
(QS. an- Nisâ/4:59)
Juga firman-Nya :
Katakanlah: “Taat kepada Allâh dan taatlah kepada rasul.”
(QS. an-Nûr/24:54)
Juga firman-Nya :
Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah.
Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.
Dan bertakwalah kepada Allâh.
Sesungguhnya Allâh amat keras hukumannya.
(QS. al-Hasyr/59:7)
Inilah beberapa kewajiban kaum Muslimin juga para pemimpin mereka. Para penguasa dan para Ulama (juga) wajib bertaqwa kepada Allâh Ta'âla, tunduk kepada syari’at-Nya serta menerapkannya dalam kehidupan mereka. Karena (hanya) dengan syari'at Allâh (kita akan meraih) kebaikan, hidayah, hasil akhir yang terpuji, keridhaan Allâh Ta'âla, kebenaran serta (hanya) dengan syari’at ini (kita bisa) menghindari tindakan kezhaliman.
Kami memohon kepada Allâh Ta'âla, semoga memberikan petunjuk, niat dan amal perbuatan yang baik.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى أله وأصحابه أجمعين

(Nasehat Syaikh Bin Baz Rahimahullâh[1] )
 

No comments:

Post a Comment

INFORMASI PENTING

Silahkan Download

  1. FROM ISIAN SISWA KELAS X TP.2018/2019
  2. PENERIMAAN SISWA BARU TP 2018/2019
  3. PENGUMUMAN KELULUSAN TAHUN 2018
  4. Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2017/2018
  5. Contoh Penulisan Nomor Ijazah 2017
  6. Juknis KSM 2017
  7. Juknis AKSIOMA 2017
  8. JUKNIS PENULISAN IJAZAH 2017
  9. Juknis AKSIOMA 2017
  10. Juknis KSM 2017
  11. Juknis LKTI 2017
  12. Jadwal UNPK UAMBN USBN dan US Th 2017
  13. POS UAMBN-KISI2 SOAL- MA IPA/IPS/BAHASA Th 2017
  14. POS UAMBN-KISI2 SOAL- MA KEAGAMAAN Th 2017
  15. POS UAMBN DAN KISI2 SOAL UNTUK MTS Th 2017
  16. POS UN SMA tahun 2017 Final
  17. Kisi-kisi UN SMA 2017
  18. SK USBN tahun 2017 BSNP
  19. Permen 3 tahun 2017 USBN
  20. Kisi-kisi USBN SMA/MA Permapel Kurikulum KTSP
  21. Kisi-kisi USBN SMA/MA Permapel Kurikulum 2013
  22. Undangan Upacara Untuk MA Swasta
  23. Undangan Upacara Untuk MA Negeri
  24. JADWAL_EHBS GENAP-MA_K-13 1617
  25. JADWAL_EHBS GENAP-MA_KTSP 1617
  26. li>Rekap Penetapan Hasil Akreditasi MA
  27. Surat Penetapan Hasil Akreditasi MA
  28. Instrumen Monev. BOS SMA dan SMK APBN-1
  29. Kalender Pendidikan PDF
  30. Kalender Pendidikan exel
  31. Edaran Diknas PLS 2016
  32. SK Waslang dari Diknas
  33. Lampiran SK Waslang dari Diknas
  34. Jadwal UN 2016
  35. Jadwal US/UM 2016
  36. Jadwal UAMBN 2016
  37. Keputusan Dirjen No 7322 (Ttg POS UAMBN)
  38. Lampiran I POS UAMBN 2016
  39. Lamp. II (SK Dirjen Pendis No. 7322 Thn 2016 TTg POS UAMBN)
  40. Kisi-kisi Praktik USBNMA 2016
  41. Surat Edaran UNBK
  42. PMA No. 90 Th 2013 Ttg Penyelenggaraan Pend. Madrasah
  43. Jadwal UN dan US TP 2015/2016
  44. APLIKASI ENTRI DATA PESERTA UN MA TAHUN 2016
  45. APLIKASI ENTRI DATA UN MA 2015
  46. DATA POKOK UNTUK MA
  47. Soal Listening II 2014
  48. PENGUMUMAN CPNS K2
  49. ID dan Pasword SPAN-PTAIN
  50. IMPUT NILAI SNMPTN
  51. Aplikasi ADP Th.2014
  52. Perangkat UN 2014
  53. Animasi Pembelajaran Kimia
  54. Jadwal EHB Ganjil TP.2013/2014
  55. INFORMASI TERBARU K1 - K2
  56. Penerimaan CPNS Kemenag RI Th.2013
  57. CPNS Dosen PAI
  58. Panduan BOS MA 2013
  59. Nama Barang dan Harga Lab.IPA MA
  60. Proposal BOS APBD Tahun 2013
  61. RAPBM Dana BOS Juli-Des 2013

Pencarian